ANTARA NASIB DAN SUKSES
(PROLOGUE)
Nasib merupakan sebuah keputusan atas jalan (scenario) hidup yang tidak dapat dikuasai oleh diri sendiri atau seseorang, tatapi sepertinya terjadi atas rekayasa atau kehendak atau kuasa lain diluar diri seseorang.
Sukses tidaknya seseorang dalam hidup memang berawal dari adanya harapan atau tujuan hidup (cita-cita) yang relative besar bila dibandingkan dengan kualitas dan nilai kehidupan sebelumnya. Dengan adanya harapan dalam diri manusia, akan mendorong timbulnya kemauan untuk mewujudkannya.
Hal ini sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya kesempatan. Jika ada kesempatan, harapan tersebut akan lebih cepat terwujud. Sebaliknya, jika belum ada kesempatan, konsistensi dari perjuangan itu akan dipengaruhi oleh factor seberapa besarkan kepercayaan seseorang tersebut bahwa suatu hari nanti harapannya akan tercapai.
Suatu ungkapan yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat ialah, “apa yang ditabur itu yang akan dituai”. Ungkapan ini benar dan bisa juga salah. Terkadang juga apa yang kita tabur belum tentu kita tuai. Dapat saja petani setelah menaburkan benih padi secara benar dimusim penghujan dan mengurus atau merawat dengan benar dan sungguh-sungguh tetapi ia tidak mendapatkan hasil panen seperti yang seharusnya. Entah karena tanamannya mati diserang hama atau factor lainnya. Dengan susah payah petani tersebut menabur benih, tetapi tidak menuai hasil sesuai dengan harapan. Hal ini acapkali kita jumpai realitas kehidupan sekitar kita.
Jika menabur belum tentu menuai, lantas apakah kita tidak mau bekerja keras berjuang menuju harapan-harapan dan cita-cita…????
Sudah barang tentu, jika kita mengharapkan sesuatu, kita harus berjuang untuk mendapatkannya walaupun dalam memperjuangkan banyak kendala-kendala yang harus kita hadapi.
Dalam perjuangan itu ada factor lain yang menentukan keberhasilan atau kegagalan. Manusia berusaha Tuhan yang menentukan. Bagaimananpun manusia berusaha dan berjuang, terkadang jerih payahnya tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Disisi lain terdapat seseorang tidak pernah bercita-cita menjadi orang sukses, tetapi secara kebetulan seseorang mungkin saja mendapat kesuksesan yang dihadiahkan seseorang atau diwariskan seseorang dan semua merupakan kasih sayang Tuhan terhadap diri seseorang tersebut, pun perjuangannya terlalu kecil bila dibandingkan dengan kesuksesan yang diperolehnya.
Yang jelas bahwa untuk mencapai kesuksesan harus memiliki kemauan yang keras. Jika apa yang kita harapkan itu tidak tercapai, anggaplah itu sebagai investasi hidup dan jalan yang terbaik untuk menuju kesuksesan oleh sebab itu, jangan takut untuk sukses. Anda pun dapat mengubah nasib anda kearah lebih baik dan sukses, karena Tuhan sendiri berfirman “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri”.
Wajar jika kesuksesan pun dapat mengangkat derajat seseorang. Ayo bangkit dari kesulitan-kesulitan. Berhentilah menjadi orang yang hanya merengek. Berhentilah menjadi orang yang tidak sukses. Jangan mau menjadi orang yang tidak sukses. Prinsipnya adalah “janganlah jadi ekor gajar selamanya, jadilah kepala walaupun jadi kepala semut sekalipun” namun jangan lupa, juga terdapat seseorang yang menjadi ekor gajah meraih kesuksesan, tapi ingat dan camkanlah, kesuksesan tersebut selalu tidak lebih besar dari kepala gajah tersebut.
Terdapat lima hal utama yang menjadi bahan renungan dan perhatian diantaranya:
Pertama: mengatur cara berbicara. Kedua: mengatur cara belajar. Ketiga: mengatur cara bergaul dan Keempat: mengatur cara berfikir serta Kelima: mengatur cara berkeyakinan terhadap Tuhan.
Lima segment tersebut akan kita bahas pada kesempatan berikutnya, dan saya berharap kita dapat mengulas bersama terkait dengan posting ini, komentar dari kita semua sangat diharapkan sehingga kedepan kita dapat membimbing saudara-saudara kit, atau bahkan diri kita sendiri untuk bersama – sama sukses dalam menapaki kehidupan dengan cahaya kesuksesan dan mahkota kebahagiaan…….
0 komentar:
Posting Komentar